giacireboncom.png
Tanggapan Surga Terbuka PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Pdt. Obaja Saleman   
Friday, 19 June 2009
ImageBuku baru berjudul “Kesaksian Joshep : Sorga Terbuka” memberi nuansa yang baru tapi kuno. Baru Karena buku tersebut dicetak tahun 2009, tetapi kuno pesan yang dimunculkan. Hal ini mungkin karena kesaksian Joshep terjadi tahun 1992. artinya umurnya sudah 17 tahun. Disebut masih muda karena sama seperti usia anak remaja yang baru menginjak masa puber. Dari sisi pesan yang disampaikan termasuk usang. “Tuhan akan datang segera”. Alkitab yang ditulis lebih tua dari usia penerima “pewahyuan” sudah mengembar-gemborkan itu.
Tulisan ini hanya sekedar memberi pandangan yang sedikit sistematik teologi guna menseimbangkan pemaparan kesaksian yang berdasar pada empirisisme. Karena kita harus kembali menyadarkan diri kita masing-masing bahwa pengalaman sehebat dan spektakuler apapaun, sampai dapat menggoncangkan sorga hingga terbuka, harus tunduk kepada kebenaran Firman Tuhan. Ini harga mati bagi gereja.
Sedangkan kita harus menyadari kembali bahwa diakhir-akhir ini kekristenan mengalami krisis hermeunitika. Yaitu krisis dalam memahami, manafsir dan mempraktikan Firman Tuhan. Oleh karena itu, pendeta siapapun perlu belajar kembali menafsir kitab suci dengan benar dalam mengkomentari kesaksian tersebut di atas. Alkitab jangan dijadikan penopang pendapat kita saja. Alkitab diperkosa supaya menuruti keinginan kita. Membenarkan paham kita. Maka disinilah kita tunduk bersama dalam mengkomentari isi kesaksian ini – termasuk yang memeberi dukungan pada kesaksian Joshep.
Ada beberapa komentar yang perlu disampaikan supaya kita dapat melihat, mengerti dan memahami dengan jelas apa sebenarnya isi kesaksian di Joshep dalam buku Sorga Terbuka. Komentar ini dapat juga dikomentari kembali dan akhirnya menjadi ajang diskusi yang sehat sebagai Tubuh Kristus
Membaca kesaksian Joshep kita sepertinya mendengar cerita fiksi film horror. Coba diperhatikan sosok Iblis, setan atau Lucifer selalu digambarkan sebagai mahkluk horror. Seperti kelelawar, Naga, manusia yang banyak seperti debu di bawah naga,  manusia berambut ular ( Kayak Film Darna ). Senjata Iblis seperti trisula, tombak dan Yesus dengan pedang. Wah ini benar-benar Film fiksi horror. Maksud saya adalah: apakah gambaran yang terdapat dalam kitab wahyu masih kurang sehingga Tuhan Allah di Sorga masih perlu membutuhkan gambaran lagi tentang Sorga melalui anak unur 11 tahun? Apakah kitab suci kita tidak cukup? Atau kita akan buat kitab suci lagi melalui kesaksian demi kesaksian lainnya? atau apakah kita lebih tinggi dan lebih hebat dari Yesus yang tidak berani menghapus satu iotapun pada hukum Taurat ( Mat. 5:18 ).Perbedaan yang dimunculkan dari kesaksian Joshep dengan kitab wahyu dalam memahami symbol-simbol adalah : symbol dalam kitab wahyu adalah benar-benar symbol. Symbol tersebut sudah dipahami oleh penerima surat atau kitab yang ditulis oleh Yohanes di Pulau patmos. Yang terpenting dari kitab Wahyu bukan symbolnya, tetapi pemaknaan symbol tersebut. Joshep lebih menekankan simbolnya saja. Yang lebih heran komentar dan catatan kaki yang dibuat justru mendukung symbol tersebut benar-benar nyata. Saya kutip komentarnya : “Di dalam perang jasmani, ternyata tidak asal memuntahkan peluru dan bom, bukan! Bagaimanapun ada strategi, ada ketekunan, kecerdikan, kepangkatan, logistic, dsb. Tentu saja, ada adu kekuatan senjata.Dengan kata lain, sebenarnya dalam peperangan rohani, hal yang sama terjadi, bahkan sebenarnya juga sebegitu nyata seperti di jasmani”. Dari komentar ini dapat penjelasan bahwa peperangan rohani di akhir zaman membutuhkan kekuatan senjata, strategi, kepangkatan, logistic dll. Pertanyaannya adalah: seberapa hebat kekuatan, senjata, logistic, strategi kita yang mampu mengalahkan iblis??? Seberapa banyak persediaan senjata dan seberapa tinggi pangkat kita sehingga iblis takut dengan kita???? Rasanya koq, sama dengan dongeng dalam cerita wayang atau cerita kerajaan zaman Tiongkok kuno. Hati-hati kebenaran itu tidak sama dengan dongeng. Kita tidak diminta untuk mendengarkan dongeng tetapi ajaran yang sehat ( I Tim. 4:6-10 ).


2.    Joshep mengkaburkan hakekat sorga. Sorga itu soal Rohani/dunia roh atau soal jasmani. Mahkluk sorga yang dilihat sangat jasmani sekali. Tahta iblis terbuat dari tengkorak kepala manusia dan tulang. Kotoran keluar mutiara. Mutiara itu dari sorga turun masuk kemulut Joshep. Apakah dunia roh dapat langsung terhubung dengan dunia jasmani? Kepada orang kaya yang dalam penderitaan, yang meminta supaya keluarganya yang masih didunia diperingatkan, Bapa Abraham berkata : ada pada mereka kesaksian Musa dan Para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu ( Luk. 16: 29 ). Yang sudah di alam baka tidak mungkin terhubung langsung dengan dunia fana. Bagimana mungkin terjadi mutiara dalam alam roh terealisasi langsung kea lam dunia ( fisik )? Apa bedanya Surga dan dunia? Jangan-jangan surga-dunia tidak bisa membedakan? Atau malahan sebenarnya Joshep tidak pernah melihat sorga? Atau mungkin yang dilihat Joshep adalah Fiksi Sorga? Saya kuatir terhadap Joshep yang sedang merekayasa sorga ( saya tidak menuduh, tetapi berusaha memberi evaluasi ). Sebagai mana pada zaman purbakala nenek moyang kita mencoba mencari Tuhan dengan gambaran-gambaran pohon besar, gunung, matahari, bulan, dan lain-lain yang dianggap Tuhan.

3.    Eskaton atau “ wis katon” ( bahasa jawa : sudah kelihatan ). Eskaton itu merupakan pemahaman tentang keadaan pada masa yang akan datang ( beyond ). Beyond itu diartikan masa yang akan datang setelah bumi ini tiada atau di dunia yang akan datang yaitu dunia dimana Tuhan itu ada ( Yoh. 14:3 ). Sementara itu Joshep melihat eskaton itu kekinian atau yang akan datang??
Perhatikan kesaksian Joshep : Saya melihat seseorang yang saya kenal, sedang berada pada suatu tempat dimana juga banyak orang berbaris, sedang antri menuju penghukuman. Ada orang-orang yang badannya ditembusi oleh benang-benang kecil dan di giring oleh setan-setan. Seseorang yang saya kenal,sedang berdiri di barisan yang paling depan. Ia hanya memakai baju atas berupa rajutan warna hijau dan bagian bawahnya telanjang. Kesaksian ini sangat sulit diterima dalam konsep eskatologi.
a.    Personal yang dilihat pada penglihatan di atas adalah orang pada masa kini, dikenal, Padahal persitiwa yang terjadi disitu seharusnya terjadi pada masa yang akan datang. Eskaton bukan mengarah kepada personal, tetapi komunal ( umat manusia ).  Yohanes sebagai sang pelihat tidak melihat Amir, Suto, Noyo naik kesurga atau Andreas, Yakobus masuk neraka atau sebaliknya. Hal ini tidak pernah dibicarakan di dalam kitab suci. Yang aneh anak kecil ngomong begitu kita malah mempercayai tanpa mengujinya dengan kebenaran Firman Tuhan.
b.    Dimasa yang akan datang, dibalik dunia jasmaniah, di dunia yang akan datang digambarkan sama persis di dunia ini. Hal ini dibahas di atas. Tetapi yang menarik adalah setan-setan menggiring orang-orang yang ke neraka dengan benang-benang kecil. Saya tidak tahu terbuat dari apa benang tersebut, sedemikian kuat sehingga api neraka tidak memutuskannya. Yang saya maksud bukan hal ini tetapi, siapakah yang layak menghukum orang-orang di neraka??? Bukankah Iblispun dihukum, apalagi setan-setan ?? Wahyu 20:7-10 “ …. Dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang dan malam sampai selama-lamanya” Nats ini peristiwa di neraka dimana hukuman terakhir dijalankan Tuhan.

c.    Naraka terdapat ruangan-ruangan: “Dalam kesempatan yang lain, saya bersama Yesus, tangan saya di gandeng oleh Tuhan dan saya terbang setinggi rumah, saya melihat neraka dari atas. Di neraka banyak ruangan dan saya melihat kursi tahta iblis”. Pertanyaannya adalah untuk apa sebuah ruangan-ruangan itu dibangun sedangkan seluruh neraka adalah api dan belerang, yang menyala-nyala sedemikian panasnya. Berada di ruangan maupun diluar ruangan pasti tidak ada bedanya. Apakah ini menunjukkan bahwa neraka dibangun atau diadakan tanpa rencana yang jelas. Kalau ada rencana tidak perlu ada ruang-ruang, karena ruang-ruang itu tak ada gunanya. Bodoh sekali yang mengadakan neraka model itu!!!!!

d.    Penyiksaan dineraka sama persis dengan konsep neraka pada agama Islam. Neraka berbau busuk, seperti bau bangkai bercampur dengan bau yang tidak enak melebihi bau di lebah Harmagedon, sampai perut saya merasa mual. Saya melihat kemaluan orang laki-laki ditusuk dengan tombak --> jebol-> busuk-> pulih lagi->ditusuk lagi-> jebol lagi> dan seterusnya, orangnya menjerit-jerit, ngeri sekali. Saya melihat seorang perempuan -> buah dadanya ditusuk dengan tombak -> jebol-> busuk->pulih lagi-> ditusuk lagi-> jebol lagi, dan seterusnya, orangnya juga menjerit-jerit. Setan membawa tongkat panjang ditusukkan ke pantat orang sampai tembus di kepala, mengerikan sekali! Ada mata orang di tusuk dengan tongkat yang bentuknya seperti gambar, lalu di putar, ditarik-> mata keluar bercampur darah, pulih lagi-> ditusuk lagi dan seterusnya. Sedang alat ketiga dimasukkan ke perut orang dengan posisi mendatar dan diputar ke atas lalu di tarik, sehingga saya melihat isi perut ambrol (berhamburan) keluar, mengerikan sekali-> pulih lagi disiksa lagi dan seterusnya. Saya melihat ada kaki orang yang dipotong dengan celurit dari api, pelan-pelan putus, kakinya lepas-> pulih lagi dipotong lagi dan seterusnya Ada mata orang di tusuk dengan tongkat yang bentuknya seperti gambar, lalu di putar, ditarik-> mata keluar bercampur darah, pulih lagi-> ditusuk lagi dan seterusnya. Sedang alat ketiga dimasukkan ke perut orang dengan posisi mendatar dan diputar ke atas lalu di tarik, sehingga saya melihat isi perut ambrol (berhamburan) keluar, mengerikan sekali-> pulih lagi disiksa lagi dan seterusnya. Saya melihat ada kaki orang yang dipotong dengan celurit dari api, pelan-pelan putus, kakinya lepas-> pulih lagi dipotong lagi dan seterusnya.Ada mata orang di tusuk dengan tongkat yang bentuknya seperti gambar, lalu di putar, ditarik-> mata keluar bercampur darah, pulih lagi-> ditusuk lagi dan seterusnya. Sedang alat ketiga dimasukkan ke perut orang dengan posisi mendatar dan diputar ke atas lalu di tarik, sehingga saya melihat isi perut ambrol (berhamburan) keluar, mengerikan sekali-> pulih lagi disiksa lagi dan seterusnya. Saya melihat ada kaki orang yang dipotong dengan celurit dari api, pelan-pelan putus, kakinya lepas-> pulih lagi dipotong lagi dan seterusnya

    Kitab suci kita tidak menyaksikan penyiksaan neraka seperti yang Joshep saksikan. Alkitab hanya menyatakan “… disana terdapat ratap dan kertak gigi “ ( Mat. 8:12; 22:13 ; 25:30, Luk. 13:28 ).Ini ajaran Yesus, yang dari Surga- tentu mengerti dengan baik tentang neraka- datang keduania memberi kesaksian seperti itu. Tidak ada siksaan yang menjijikan. Yang ada hanyalah, ratap dan kertak gigi; tanda betapa sakit tak tertahankan. Betapa kita menjadi bodoh mengikuti ajaran anak kecil yang tidak berasal dari surga, tetapi dari dunia. Ini sama halnya dongeng, bukan ajaran sehat.
  Sorga Joshep adalah sorga dunia. Artinya sorga yang digambarkan hanya sebatas kenikmatan dunia. Ada pohon emas, embun jadi roti manis, permen akar pohon rasa strawberry dan lain-lain. Saya masih mengingat guru ngaji saya menceritakan surga sama seperti cerita Joshep. Apakah Surganya orang Kristen sama dengan Islam??? Mungkin dijawab: “Pak Surga itu kan satu, jadi yang sama saja”. Kalau begitu Yesus tidak usah menyediakan tempat bagi kita dengan cara mati menebus dosa, bangkit dan kembali ke Surga. Tidak ada manfaatnya. Karena surganya sama. Lebih baik ndompleng aja. Gitu koq repot. Inilah miskin pemahaman yang benar! Sehingga cerita ini langsung ditanggapi tanpa dikaji kembali.

f.    Disurga kita dapat mensensus keluarga kita, dan langsung melaporkan keberadaan keluarga kita. Lha wong bayi yang keguguran aja dapat di cari. Apalagi orang dewasa. Betapa disurga pekerjaan kita sangat banyak. Menghitung berapa luas tanah dan rumah kita. Semakin luas bersihkan daun yang hijau dan emas yang gogrok menyusahkan kita. Apalagi nanti kalau anak kita kumpul, kita buat makanan, minuman pesta sorga akan sangat merepotkan kita. Imajinasi semacam ini dikembangkan oleh Joshep tanpa kembali memahami isi kitab suci. Bukan kah ketika yang fana ketemu yang baka maka yang fana hilang? Bukankah ketika yang tidak kekal bertemu dengan yang kekal itu mengakibatkan musnahnya yang tidak kekal? ( baca: I Kor. 13 : 8-13 ). Bukankah ketemu yang sempurna maka tinggal kasih saja. Maka benar kata nats bahwa disurga tidak ada kawin mengawinkan, pesta pora dan kesenangan dunia lainnya, kecuali hanya kasih. Ketemu surga seharusnya menghasilkan buah yang abik yaitu Kasih. Kasih itu terdapat unsur kerendahan hati. Bandingkan     pernyataan Paulus bahwa ia bersedia bermegah dalam kelemahan bukan karena kehebatan mendapat kesempatan melihat penyataan supranatural yaitu tingkat ketiga dari surga ( II Kor. 12:2). Namun demikian Paulus hal itu tidak membuat bangga justru demi merendahkan diri maka Tuhan sengaja menempatkan utusan iblis yaitu duri dalam daging ( II Kor. 12:7 ). Paulus rupanya lebih suka sikap rendah hati dari pada hanya memburu penyataan supranatural seperti itu ( II Kor. 12:10 ). Oleh karena itu penyataan supranatural seharusnya menghasilkan kerendahan hati, Bukan kesombongan rohani.

4.    Penglihatan Joshep tentang Sorga menghasilkan ajaran yang menentang Sang pencipta Sorga. Inilah ajaran itu : “Ada rumah yang bagus tetapi belum ada penghuninya. Ada rumah yang baru tiangnya saja yang dibuat. Ada rumah yang besar, tetapi sayangnya tembok-tembok rumah itu tampak retak-retak dan hampir roboh. Dinding rumah-rumah terbuat dari emas berkilau-kilauan dan penuh dengan permata-permata. Malaikat menjelaskan kepada saya bagaimana cara membuat rumah disana. Bila kita berbuat baik, ada bahan untuk membuat rumah, tetapi jika kemudian berbuat jahat, perbuatan itu dikikis sampai jadi murni, baru bisa di buat untuk bahan bangunan rumah. Kalau banyak kebaikan yang dilakukan menurut firman Tuhan, rumah itu cepat jadi, tetapi jika kemudian berbuat jahat rumah itu perlahan-lahan akan retak-retak dan kalau tidak segera diperbaiki dengan perbuatan baik yang murni, rumah itu akan roboh”.
Pengajaran ini aneh dan mustahil. Walaupun tidak ada yang mustahil bagi orang percaya, tetapi tidak untuk membangun rumah di Sorga. Karena kita tidak punya hak membangun rumah di Sorga. Siapa kita? Kalau kita dapat membangun rumah di Sorga Tuhan Yesus tidak perlu repot repot datang kedunia lalu kembali untuk menyediakan tempat bagi kita ( Yoh. 14:2-3 ). Atau mungkin rumah yang disediakan Tuhan Yesus belum sempurna, sehingga perlu kita menyempurnakan. Tetapi bagaimana bisa sempurna, sebab kalau kita berbuat jahat rumahnya retak lagi. Manusia seperti apa yang dapat menyempurnakan sorga? Bukankah dirumah Bapa tersedia banyak tempat – tentunya tempat yang sempurna, karena kediaman Bapa - ? Apakah Surga yang kita terima karena buatan tangan kita? Bagaimana kita menjelaskan bahwa kita diselamatkan bukan karena usaha kita tetapi kasih karunia Allah ( Ef. 2:8 ). Iman yang diajarkan Joshep adalah iman kanak-kanak – lha wong yang buat anak-anak. Yang mempercayai hal itu juga kanak-kanak. Bagaimana tidak? Kita diajak berbuat baik tetapi caranya dengan menakuti-nakuti. Takut akan Tuhan dasarnya adalah mengasihi Tuhan bukan menakut-nakuti.
 
Terakhir, penglihatan Joshep walaupun kurang tepat tetapi tujuannya kan baik, yaitu supaya umat Tuhan mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan yang ke dua kalinya. Saya menyebut ini adalah alasan klasik. Pertanyaannya adalah: yang penting perbuatan baik, walaupun tidak benar dasar melakukannya atau yang penting benar walau tidak baik kelakuannya? Apakah Alkitab lebih menekankan perbuatan atau dasar melakukan yang benar? Tuhan Yesus mengkritik orang Farisi dan ahli Taurat karena punya hukum tidak dilakukan ( Luk. 11: 37-44 ). Tetapi Yesus juga mengkritisi orang-orang yang menyatakan “disana ada mesias , disono ada mesias”, dan mujizat-mujizat sebagai tanda kemesiasan ( Mat. 24:23-26 ).
Kesimpulan saya adalah maksud baik harus didasarkan pada pemahaman yang benar tentang kebenaran, dan pemahaman yang benar tentang firman Tuhan harus menghasilkan perbuatan yang baik.   
     

Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
RocketTheme Joomla Templates

Support by

bot- logo.png