giacireboncom.png
Apa Itu Coach/ Pelatih Kristen ? PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Monday, 23 March 2009
Bab I
Apa Itu Coach/ Pelatih Kristen ?

Pada awalnya, coaching hanya digunakan untuk menyebut seorang kusir kereta penumpang, tetapi penggunaan kata ini menjadi berkembang ketika memasuki dunia olahraga dan hiburan. Penggunaan kata coachpun pada era sekarang ini tidak hanya terdapat dalam dunia olahraga dan hiburan, tetapi juga sudah masuk dalam lingkungan kerja. Seorang coaching pada era sekarang ini sangat dibutuhkan keberadaannya oleh masyarakat. Dalam era yang serba hi-tech ini, keberadaan manusia dituntut produktif, kompetitif dan efektif. Tuntutan semacam ini membuat banyak manusia terasing akan dirinya, deperesi dan membutuhkan perencanaan dan pengaturan hidup yang baik. Di sini peran coach menjadi penting, yaitu menolong orang menemukan fokus dan arah hidup yang jelas untuk kepentingan karirnya.
Coaching bukanlah konseling juga bukan mentoring, pemuridan ataupun konsulting. Dalam hal ini coaching lebih menekakan pada pengembangan visi, membangun kepercayaan diri, menemukan potensi dan mengambil langkah praktis ke arah tujuan dan pertumbuhan yang diinginkan subyek.
Dalam dunia kekristenan, istilah coaching adalah hal yang baru, meskipun Yesus sendiri sebetulnya sudah menggunakan metode ini dalam pelayanannya. Bagi Christopher McCluskey, seorang yang memperkenalkan Coaching dalam dunia kekristenan, coaching lebih dari sekedar profesi, coaching adalah suatu bentuk pelayanan. Coaching merupakan cara menolong orang menemukan visi Allah dalam kehidupan mereka. Pada dasarnya para coach kristen menggunakan metode yang sama dengan konseling, mentoring ataupun consulting, akan tetapi coaching mempunyai kekhasannya sendiri. Inilah yang membedakan coaching dengan disiplin ilmu sekuler lainnya. Pertama, coach kristen membawa kepada sebuah relasi dengan menggunakan sudut pandang alkitab. Orang-orang kristen hidup dengan kepercayaan bahwa Yesus adalah Tuhan yang peduli dan selalu memperhatikan umatNya. Untuk itu, orang-orang kristen perlu sadar bahwa keinginan, tujuan hidup, kekuatan batin dan visi ke depan mereka adalah pemberian Tuhan. Kita dapat mencapai pemenuhan semua itu hanya dengan hidup menurut rencana Tuhan. Kedua, pribadi coach-nya. "Apa yang kita percayai itu mempengaruhi siapa kita dan itu mempengaruhi segala apa yang kita kerjakan". Jadi para coach kristen harus menjadikan Yesus sebagai dasar/ pedoman teladan hidup mereka dan mengijinkan Roh Kudus memimpin mereka dalam menjalin relasi dengan subjek/ klien. Ketiga, Para coach kristen tahu bahwa tidak seorangpun dapat netral dalam coachingnya. Dengan tidak mengabaikan individu klien yaitu apa yang menjadi arah tujuan hidupnya, coaching dapat memberikan nilai, arahan menurut sudut pandang alkitab. Tujuan coaching ini membawa klien/ subyek kepada kepenuhan dalam Kristus. Dan keempat, meskipun nilai-nilai kristen meresap dalam hidup para coach kristen dan mengalir dalam proses coachingnya, mereka juga perlu memperhatikan keunikan individu klien. Dalam artian memberi kebebasan klien dalam menentukan pilihan tujuan hidupnya (Percakapan Yesus dengan orang kaya).
Alasan orang ingin di-coaching adalah ia ingin adanya perubahan dalam hidupnya.  Inilah yang menjadi tugas para coach, yaitu mewujudkan harapan mereka dengan memberikan motivasi untuk lebih baik di masa depan.


Bab II
Kepemimpinan Satu-Satu

Seorang menjadi pemimpin bukan karena mereka telah mengikuti banyak seminar tentang kepemimpinan, bukan karena mereka telah dipilih ataupun diberi tanggungjawab untuk menjadi pemimpin, bukan pula karena antusiasiesme ataupun memiliki kharakter yang baik. Seorang pemimpin yang baik adalah mereka yang tahu bagaimana berpikir, tahu bagaimana melihat situasi dengan jernih, tahu bagaimana menjadi kreatif dan juga fleksibel. Ada dua kunci kepemimpinan yang sukses, yaitu pemimpin mampu menghasilkan pemimpin-pemimpin yang baru dan menjadi pemimpin yang efektif.
Coaching yang baik adalah kunci utama menghasilkan pemimpin yang baik. Seorang pemimpin yang baik juga harus dapat menjadi coach yang baik pula. Untuk menjadi coach yang baik kita perlu mengetahui bahwa coaching adalah hal terpenting dalam kepemimpinan.
Coaching adalah bentuk kepemimpinan yang melayani dan menolong orang untuk dapat mencapai apa yang menjadi tujuan hidupnya. Coaching adalah tipe kepemimpinan yang mendorong/ membesarkan hati dan memberi motivasi.
Coaching adalah bagaimana menjalin sebuah hubungan yang spesial. Coaching berkaitan dengan tujuan yang didasarkan pada sebuah kejujuran dan ketulusan hubungan antara coach dan subyek. Coaching adalah bentuk kepemimpinan yang melayani, yang berusaha mengerti orang yang dilayaninya. Hal ini ditunjukkan dalam pelayanan coaching Yesus (Mat. 20:20-28).
Permasalahan hidup manusia yang semakin komplek mewajibkan gereja untuk dapat berbela rasa  terhadap permasalahan-permasalahan itu. Gereja sejati adalah gereja yang peduli terhadap permasalahan umat manusia dan membuat suatu perubahan menjadi lebih baik.
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
RocketTheme Joomla Templates

Support by

bot- logo.png