giacireboncom.png
Apa Itu Coach/ Pelatih Kristen ? Lanjutan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Monday, 23 March 2009
Bab III
Menjadi Coach yang Baik

Semua orang dapat menjadi coach yang baik. Seseorang menjadi coach bukan karena dilahirkan, melainkan ‘be’. Menjadi coach yang efektif tidak dimulai dengan mengerti tehkniknya terlebih dahulu, melainkan kharakteristiknya yang didasari dengan komitmen dari dalam hati.
Coach yang efektif adalah mereka yang mempunyai kesadaran diri tinggi mengenai siapa dirinya.
Coach yang efektif adalah fleksibel. Seorang coach harus fleksibel karena ia adalah pembuat perubahan, ia juga harus berorientasi pada tujuan, optimis dan memberi masukan yang jujur.
Coach yang efektif adalah mereka yang peka/ sensitif. Proses coaching adalah proses menjalin hubungan, ada kepercayaan antara coach dan subyek. Kepekaan di sini meliputi kemampuan mendengar, berempati dan menunjukkan respek yang jujur-tidak ditutup-tutupi.
Coach yang efektif mempunyai sinergi bersama orang yang ‘dicoach-nya’. Ada hubungan yang menyatu dan harmoni dalam mencapai tujuan si subyek.
Coach yang efektif adalah mereka yang melihat ke depan.
Sir John Whitmore menyatakan bahwa coach yang baik adalah mereka yang dapat memunculkan kesadaran si subyek dan merangsang tanggungjawabnya.
Pada saat ini, keberadaan coach sangat dibutuhkan karena 1) coach memimpin orang-orang kristen dalam perjalanan spiritual mereka 2) coach menolong orang bertumbuh di tengah masa sukar 3) coach membangun ketrampilan 4) coach membangun kelompok 5) coach merangsang munculnya visi 6) coach berbicara kebenaran berdasar cinta kasih 7) coach memfasilitasi kemajuan si subyek.


Bab IV
Bersiap Mulai

Pada hakekatnya, coaching menghasilkan hal-hal: mengatasi si subyek pada saat sekarang, membantu memfokuskan apa yang si subyek inginkan di masa depan, dan menemukan cara bagaimana sampai ke tujuan yang diinginkan subyek. Hal-hal penting yang harus kita lakukan sebelum melakukan coaching; Membangun hubungan kepercayaan. Dalam menjalin sebuah hubungan coaching-si subyek sangatlah perlu untuk kita terlebih dahulu menjelaskan kepada si subyek apa itu coaching, mengapa coaching, bagaimana prosesnya, dan apa tujuaannya/ hasil yang ingin dicapai. Dalam membangun hubungan ini, si subyek butuh respek, empati, mendengarkan, dukungan dan komitmen dari coach. Menjernihkan asumsi-asumsi yang ada. Seringkali orang yang akan kita coaching pada awalnya menganggap coaching adalah hal yang aneh/ baru, ini akan membuat mereka gelisah. Untuk itu kita perlu mengawalinya dengan memberikan pengertian yang jelas tentang proses coaching (Mengenai coaching: menjalin hubungan kerjasama yang baik antara coach dan subyek; lebih menekankan dialog daripada memberi nasehat, disiplin atau terapi; membangun kepercayaan, integritas, disiplin diri dan kemampuan diri; berorientasi pada tujuan, focus dalam menjangkau tujuan; mendiskusikan yang menjadi kelemahan dan rintangan, tetapi lebih menekankan kekuatan dan perubahan yang positif; berasumsi bahwa setiap orang mampu untuk meraih tujuan hidup mereka; memberikan otoritas bagi si subyek untuk mendefinisikan sendiri tujuannya dan bergerak maju dengan pertolongan Allah; menolong orang menuju performen puncak; mempunyai anggapan bahwa semua aspek kehidupan adalah saling berhubungan; mencakup perubahan sebagai sesuatu yang pasti terjadi). Inti dari proses coaching ini adalah adanya perubahan bagi si subyek. Peranan coach adalah menolong orang untuk sadar akan perubahan, belajar mengatasi perubahan dan membuat perubahan yang akan menjadikan hidup, karir, keluarga dan dunia yang lebih baik. Setuju untuk mau bekerjasama, hubungan coaching yang produktif dimulai dengan dua orang yang saling mendukung, yang satu ingin adanya perubahan dan yang satu lagi membuka jalan bagi perubahan itu.
Berikut adalah model yang digunakan dalam proses coaching,
 
Ket:    A = Masalah pokok
    B = Kesadaran
    C = Visi
    D = Strategi
    E = Aksi
    F = Rintangan dan Hambatan
    JC, Yesus Kristus
Yesus Kristus sebagai pusat mempunyai arti bahwa kita mendasari dan mengarahkan proses coaching kita menuju pertumbuhan ke arah Dia.

 

Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
RocketTheme Joomla Templates

Support by

bot- logo.png